Senin, 15 Oktober 2012

INIKAH CIKAL BAKAL LAPTOP MASA DEPAN ?





Melihat bentuk nya tipis dan bobot yang nyaris tidak berarti , kita dengan segera akan dibuatkan jatuh hati pada pandangan pertama. Setidaknya begitulah harapan setiap penggunaan laptop yang selama ini merasa terbebani pundaknya dengan laptop yang terpaksa harus dibawa kemana-mana karena kebutuhan.

Berangkat dari gagasan raksasa pembuat prosesor intel untuk menciptakan laptop bertenaga tetapi ringan ,sejak setahun lalu tampaknya banyak menarik simpati calon  pengguna. Dan,tahun ini rupanya telah menjadi awal bagi kiprah ultrabook. Kemunculan nya sekaligus meramaikan pasar gaman elektronis (gadget) yang sekarang masih didominasi ponsel pintar (smartphone) dan sabak-e (tablet).

Para vendor computer juga tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini, termasuk di antara nya samsung yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai pembuat ponsel pintar dan sabak-e. untuk berkiprah di ranah laptop, raksasa korea selatan ini juga harus menghadapi perusahaan computer kondang lain, seperti Acer,Asus,HP,Toshiba,Lenovo,Dell,Sony, dan Fujitsu yang sudah malang melintang dalam membuat laptop.

Namun demikian, sukses Samsung dengan sabak-e Galaxy Tab yang bersaing dengan iPad dan keahliannya dalam membuat perangkat elektronik telah memberi kepercayaan diri yang besar untuk mampu bersaing dengan pemain-pemain lama. Bahkan sampai juni, setelah mengeluarkan dua ultrabook untuk kelas premium, baru saja Samsung mengeluarkan ultrabook Samsung series 9 setelah tiga bulan sebelum memperkenalkan series 5.

Pada prinsipnya, laptop ringan dirancang dengan mengurangi ketebalan mejadi kurang dari 21 mm, dan biasanya bobot juga tidak lebih dari 1,5 kg tanpa mempermasalahkan kinerja dan daya tahan baterai. Untuk bisa membuat baterai awet digunakan prosesor berdaya rendah khusus buatan intel. Produsen prosesor pesaing ,AMD, sesungguhnya juga mengeluarkan produk serupa. Selain itu,laptop ringan bisa mengadopsi fitur yang ada pada sabak-e, seperti kapasitas layar sentuh dan baterai yang tahan lama.

Belum terlihat bagaimana dampak munculnya ultrabook, termasuk pengaruhnya terhadap net-book yang semula kemunculannya diharapkan menjadi perangkat laptop mungil dengan mobilitas tinggi. Bagaimanapun , munculnya sabak-e yang dipopulerkan oleh Apple dengan nama iPad telah memengaruhi pasar netbook.

Apalagi ditambah membanjirinya sabak-e di luar produk Apple yang mempergunakan system operasi android dari google. Semua itu membuat optimism netbook melemah.

Intel sepertinya ingin menghadapi popularitas iPad yang berbasis prosesor ARM dengan menggagas ultrabook. Sehingga, tidak mengherankan apabila kiprah ultrabook yang harga nya diharapkan tidak lebih dari 1.000 dollar AS ini mendapat reaksi keras dari Apple yang memproduksi MacBook Air, notebook tipis yang memiliki spesifikasi teknis serupa dan juga menggunakan prosesor intel. Produsen laptop tipis ini bereaksi dengan memangkas harga MacBook Air yang baru, dan meningkatkan kecepatan prosesor.

Melihat kompetisi yang kuat ini sangat mungkin akan semakin menguatkan  posisi laptop tipis, meskipun untuk saat ini belum sepenuhnya bisa menggantikan laptop dengan tenaga yang besar. Terutama , itu disebabkan batasan penggunaan prosesor yang memang belum bisa menggantikan computer untuk kebutuhan pekerjaan yang berat, sedangkan untuk aktivitas bergerak laptop tipis yang umum digunakan saat ini jelas sedah bisa memenuhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar